Dialog Agama Tentang ” BASYASYAH / KECERIAAN WAJAH”

Oleh : KH. Arif Rahman Hakim ( Ketua MUI Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok)

MUIPancoranmas.com– Basyasyah (keceriaan wajah) berarti kegembiraan yang tampak di wajah seseorang yang menunjukkan luapan hatinya yang senang dan gembira karena bertemu dengan orang lain. Di antara manfaat berwajah ceria, adalah menyuburkan rasa mahabbah cinta di antara kaum muslimin, menimbulkan ketentraman di antara kaum muslimin pada saat bertemu, membantu untuk saling memberikan nasihat kepada saudara seiman, di dalamnya terdapat keridhaan Allah s.w.t. dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Abu Ja’far bin Shuhban berkata, “Seorang yang bijak pernah berkata bahwa wujud kasih sayang adalah berwajah ceria, saling mengasihi dan menyayangi serta memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Ibnu Baththal berkata, “Ucapan yang baik merupakan wujud konkret dari amal baik, sebagaimana firman-Nya,’Tolaklah perbuatan buruk dengan cara yang lebih baik.. (al-Mu’minun:96).

Imam Mawardi berkata, “Sebaik-baik akhlak adalah seorang muslim yang lemah lembut perilakunya, ramah tamah, berwajah ceria, tidak menjauhi manusia dan mengucapkan perkataan yang baik”.

Penampilan Rasulullah SAW sangat menawan dengan wajah yang tampan, muka yang ceria, telapak tangan yang lembut dan bau keringat yang harum. Diriwayatkan dari Al-Barra’ r.a., dia berkata Rasulullah s.a.w. berperawakan sedang, berpundak bidang, rambutnya lebat terurai ke bahu hingga ke kedua cuping telinga. Beliau pernah menggunakan pakaian berwarna merah. Aku tidak pernah sama sekali melihat orang lebih tampan daripada beliau (Bukhari dan Muslim).

Demikian pula dari Anas bin Malik R.A, dia berkata : Rasulullah S.A.W senantiasa ceria, keringatnya bagai kilau mutiara, apabila beliau berjalan langkah nya berayun, sutra yang pernah aku sentuh tidak ada yang lebih halus dari pada telapak tangan Rasulullah s.a.w. dan minyak misik serta minyak ambar yang pernah aku cium tidak ada yang melebihi bau wangi Rasulullah s.a.w. (Bukhari dan Muslim).

Wajah ceria merupakan sesuatu yang dianggap sepele, tetapi sesungguh nya wajah ceria merupakan suatu kebaikan yang berdampak luar biasa. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan meskipun sekadar berwajah ceria tatkala bertemu dengan saudaramu.” Wajah ceria untuk memperoleh kebaikan yang merupakan pengabdian kepada Allah sebagai kewajiban dari makhluk serta dapat membawa kita menuju surga.

dalam satu riwayat dikatakan: Al-basyasyah shadaqah (Memberi senyum kepada orang itu shadaqah). Karena itu, kita dianjurkan untuk lebih banyak tersenyum sebagai salah satu wujud silaturrahim kita kepada sesama umat manusia. Hendaklah seorang muslim apabila bertemu dengan saudaranya sesama muslim adalah mengucapkan salam kepadanya sambil tersenyum. Siapa yang melakukan hal itu, itu akan menggugurkan dosa-dosanya. Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“ (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi)

Maka dengan kita mengucapkan salam, tersenyum, ini akan membuat manusia dekat dengan kita dan semakin menambah rasa cinta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا ، وَلَا تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian” (HR. Muslim)

menebarkan salam akan menimbulkan kecintaan diantara kita. Wajah yang berseri-seri memadamkan api permusuhan dan api kebencian. Demikian pula hal itu merupakan perisai dari orang yang hendak berbuat kedzaliman. Kita memperlihatkan wajah yang berseri-seri bila kita melihat ada orang yang kurang dalam ketaatan dengan harapan dengan wajah kita yang berseri-seri itu akan membuatnya mau kembali kepada ketaatan. Saat kita tersenyum, akan membuat kita bisa rileks. Senyuman juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain.dan enyuman dapat memperpendek ‘jarak’ antar orang lain.
TERSENYUM DAN WAJAH CERIA KETIKA BERJUMPA ORANG LAIN TERMASUK AKHLAK KENABIAN

Al-Imam Ibnu Baththal rahimahullah berkata:

إن لقاء الناس بالتبسم، وطلاقة الوجه، من أخلاق النبوة، وهو مناف للتكبر، وجالب للمودة.

“Sesungguhnya menjumpai orang lain dengan senyuman dan wajah yang ceria termasuk akhlak kenabian. Dan hal itu juga melenyapkan kesombongan serta menimbulkan rasa cinta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *